Saturday, 19 January 2019

Surat Al Kafirun dan Artinya + Latin

Surat al kafirun adalah salah satu surat didalam al quran tepatnya urutan ke 109. surat ini terdiri atas 6 ayat. Surat al kafirun diturunkan di kota Mekkah sehingga surat al kafirun termasuk golongan surat Makkiyah.

Surat Al Kafirun dan Artinya


أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
 بسم الله الرحمن الرحيم
Surat Al Kafirun Arab
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ 
1. Qul yaa ayyuhaal kaafiruun(a)
1. Katakanlah "Hai orang-orang yang kafir"
  Surat al kafirun latin
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ 
2. Laa a'budu maa ta'buduun(a) 
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
  
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ 
3. Walaa antum 'aabiduuna maa a'bud(u)
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
  Surat al kafirun ayat 4
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ 
4. Walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
  
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ 
5. Walaa antum 'aabiduuna maa a'bud(u)
5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
  Surat al kafirun ayat 6
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾ 
6. Lakum diinukum waliya diin(i)
6. Untukmu lah agamamu dan untukku lah agamaku".
Sodaqollahul 'Adziim

Surat Al Kafirun
Arti Orang-orang Kafir
Surat ke 109
Ayat 6
Juz Juz 30

Isi Kandungan Surat Al Kafirun

Ada banyak isi kandungan dari surat ini yang dapat kita petik pelajarannya. Diantaranya yaitu:
(1) Surat al kafirun menerangkan tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap orang yang berbeda agama dengan kita.
Surat ini Allah SWT wahyukan saat Nabi Muhammad saw masih di Mekah ketika orang-orang musyrik Quraisy terus saja menghadang dakwah nabi dengan berbagai cara. Suatu ketika mereka mengajak Nabi berkompromi: bahwa mereka akan menyembah Allah SWT asalkan umat islam saat itu juga menyembah tuhan mereka. Beberapa saat kemudian turunlah surat al kafirun ini untuk menjawab ajakan mereka. Wallohu a'lam
(2) Surat al kafirun menjelaskan tentang bagaimana bertoleransi didalam islam (dalam hal keyakinan)
Pada ayat terakhir surat ini, yang artinya "Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku", menjelaskan bahwa kita tidak boleh menyatukan agama kita dengan agama lainnya, juga menjelaskan bahwa tidak ada paksaan didalam agama islam, jika memang setelah diajak untuk beriman kepada Allah dan kepada Muhammad Rasulullah mereka tidak mau, maka sisanya diserahkan kepada Allah SWT.
Lebih khusus lagi ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa toleransi didalam islam itu adalah membiarkan (tidak mengganggu), bukan mengikuti. Contohnya ketika ada perayaan agama lain, maka sebagai seorang muslim kita harus membiarkannya, tidak boleh di ganggu dan tidak boleh ikut serta merayakannya. Wallohu a'lam

bacaan surat al kafirun dan artinya

Surat Al Kafirun MP3 Download

Jika anda sedang membutuhkan surat ini dalam format mp3 atau audio, silahkan anda klik link berikut ini: (belum tersedia)

Surat Al Kafirun PDF

Anda juga dapat mendownload surat ini dalam format pdf yang dapat anda print ataupun dibaca offline. Link nya yaitu: (belum tersedia)

Video Surat Al Kafirun Youtube

Tonton dan dengarkan video surat al kafirun yang sangat merdu dibawah ini:


Hal yang sering ditanyakan tentang surat ini:
  1. Surat al kafirun berapa ayat?
    6 ayat
  2. Surat al kafirun artinya apa?
    orang-orang kafir
  3. Surat al kafirun surat ke berapa?
    surat ke 109
  4. Surat al kafirun diturunkan di kota?
    Mekkah
  5. Surat al kafirun diturunkan setelah surat?
    Surat Al Maa'uun
  6. Surat al kafirun disebut juga dengan?
    Al-Jahd - Al-Ibadah - Al-Musyaqsyaqah (Sumber: http://id.mobile.wikishia.net/view/Surah_Al-Kafirun)
  7. surat al kafirun melarang umat untuk kompromi dalam bidang?
    Dalam bidang Tauhid atau keyakinan, maksudnya tidak boleh mencampur-adukkan agama islam dengan agama lain.
Asbabun Nuzul Surah Al Kafirun
Kaum kafir Quraisy berusaha keras mempengaruhi dan membujuk Rasulullah saw. agar mengikuti kepercayaan mereka. Mereka membujuk dengan harta kekayaan yang tidak sedikit, agar beliau menjadi orang paling kaya di kota Mekah. Beliau juga dijanjikan akan dinikahkan dengan wanita yang paling cantik, baik gadis maupun janda yang mana saja yang beliau sukai. Dalam upaya membujuk Rasulullah saw., mereka mengatakan, “Inilah wahai Muhammad yang kami sediakan untukmu, agar kamu tidak memaki dan menghina tuhan kami dalam satu tahun!” Jawab Nabi Muhammad saw, “Saat ini, aku belum bisa menjawab. Aku akan menunggu wahyu dari Allah Tuhanku lebih dahulu.” Sejalan dengan peristiwa ini, maka Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW  yaitu surat Al-Kafirun. Yaitu sebagai jawaban penolakan terhadap tawaran mereka. Tawaran yang menurut ukuran orang biasa sangat menggiurkan. Namun, Nabi Muhammad SAW tidak terperangkap bujukan mereka, dan tetap mempertahankan dakwah islamiah.
 Di samping itu, diturunkan pula ayat ke-64 dari surah Az-Zumar.

قُلۡ أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَأۡمُرُوٓنِّيٓ أَعۡبُدُ أَيُّهَا ٱلۡجَٰهِلُونَ ٦٤
Katakanlah: "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?”

Ayat tersebut mempertegas pula kewajiban untuk menolak dan menjauhi rayuan atau tawaran orang-orang bodoh, yaitu mereka yang menyembah berhala.
(HR. Thabrani dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas)
 Orang-orang kafir Quraisy menawarkan Nabi Muhammad SAW, “Wahai Muhammad, sekiranya kamu tidak keberatan mengikuti agama kami selama satu tahun, maka kami akan berbalik mengikuti agamamu selama satu tahun pula.” Sebagai jawaban dari permasalahan ini, Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-Kafirun. Secara terang-terangan Nabi Muhammad SAW memberikan jawaban kepada mereka, selamanya tidak akan bertemu dalam satu titik agama kufur dengan agama Islam yang hak.
(HR. Abdurrazak dari Wahbin. Dan Ibnu Mundzir meriwayatkan bersumber dari Juraij)
 Walid bin Muhirah, Al-‘Ash bin Wail, Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khallaf pada suatu waktu bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Mereka berkata, “Wahai Muhammad, mari kita mengadakan persekutuan. Yaitu kita bersama-sama menyembah apa yang kami sembah, kemudian pada saatnya kami menyembah apa yang kamu sembah. Dan kita bersekutu dalam segala urusan apa saja. Kamulah yang menjadi pimpinan dalam hal ini.” Sehubungan dengan tawaran tokoh-tokoh kafir Quraisy ini, maka Allah Subhanahu wata’ala menurunkan surat Al-Kafirun sebagai jawaban atas ajakan mereka tersebut. Secara tegas Allah SWT memberikan keterangan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa tidak ada persekutuan maupun persaudaraan antara orang-orang kafir dengan orang-orang beriman, baik dalam urusan apa saja. (HR. Ibnu Abi Hatim dari Sa’id bin Mina)

DAFTAR PUSTAKA
A. Mudjab Mahali. 2002. Asbabun Nuzul: Studi Pendalaman Al Qur’an. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.
(Sumber: Zibinuma.Blogspot.co.id/2017/04/asbabun-nuzul-surah-al-kafirun.html)

Terimakasih telah membaca teks bacaan surat al kafirun arab latin dan artinya yang merupakan salah satu surat surat pendek al di situs kami, semoga apa yang telah anda baca menjadi amal ibadah bagi anda dan juga bagi admin, Aaamin.
This Is The Newest Post